Kendari, 28 Agustus 2026—SMP TQ Muadz Bin Jabal menggelar kegiatan Reviu Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) bertajuk Muadz Excellence Curriculum (MEC) pada Jumat, 28 Agustus 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Pengawas Pembina SMP TQ Muadz Bin Jabal, Bapak Asmuddin, S.Pd., M.Pd., yang juga merupakan Koordinator Pengawas Sekolah Kota Kendari. Kegiatan menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan sekaligus penyempurnaan dokumen kurikulum yang menjadi pedoman penyelenggaraan pendidikan di sekolah.
Kegiatan diawali dengan penyampaian sambutan utama oleh Kepala SMP TQ Muadz Bin Jabal, Ustadz Mohamad Ihsan, M.Pd., mengenai ulasan hasil supervisi akademik dan manajerial sebagai bagian dari evaluasi pengembangan profesional guru dan tenaga kependidikan. Hasil supervisi tersebut menjadi salah satu dasar dalam merancang pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan yang selaras dengan arah pengembangan sekolah melalui Muadz Excellence Curriculum (MEC).
Selanjutnya, kegiatan reviu KSP dilanjutkan dengan paparan isi kurikulum yang disampaikan secara ringkas oleh Ketua Tim Pengembang Kurikulum, Ustadzah Pratiwi Nusi, S.Pd., M.Si. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa kurikulum sekolah diberi nama Muadz Excellence Curriculum (MEC) yang berfokus pada makna kata Excellence, yaitu keunggulan atau prestasi terbaik. Filosofi tersebut sejalan dengan visi sekolah, yakni terwujudnya murid yang berakhlak Islami, berprestasi, cakap digital, dan peduli lingkungan.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa pengorganisasian pembelajaran di dalam MEC terdiri atas pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, serta pembiasaan sekolah yang dirancang secara terpadu untuk mendukung penguatan karakter dan kompetensi murid secara menyeluruh.
Selama proses reviu berlangsung, Bapak Asmuddin, S.Pd., M.Pd. berulang kali menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim pengembang kurikulum dalam menyusun dokumen MEC. Menurut beliau, dokumen tersebut telah memuat informasi yang lengkap dan sistematis serta diharapkan dapat diimplementasikan oleh seluruh pihak di sekolah.
“Bungkus…” ungkap beliau sebagai bentuk apresiasi terhadap kelengkapan informasi yang dituangkan dalam dokumen MEC yang sedang direviu.
Bapak Asmuddin juga menunjukkan ketertarikan terhadap berbagai program sekolah yang dijelaskan secara rinci dalam dokumen MEC. Salah satunya adalah Program SAHABAT, yaitu Murid Aktif, Hebat, Berakhlak, dan Inspiratif, yang menjadi salah satu bentuk kegiatan kokurikuler. Program ini dilaksanakan satu kali dalam sepekan, terprogram setiap hari Rabu atau Jumat, dan difasilitasi oleh guru mata pelajaran wajib.
Kegiatan dalam Program SAHABAT lebih menekankan pada latihan kepemimpinan murid melalui apel gabungan. Secara bergiliran, murid diberikan kesempatan menyampaikan materi singkat yang edukatif, inspiratif, dan bernilai Islami kepada seluruh warga sekolah. Program ini sekaligus menjadi sarana penguatan dimensi profil lulusan, khususnya keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, serta komunikasi.
Selain Program SAHABAT, pengawas juga memberikan apresiasi terhadap integrasi kurikulum dalam MEC, di antaranya kepedulian terhadap lingkungan secara berkelanjutan, nilai-nilai Islam, serta kurikulum anti narkoba. Integrasi tersebut dipaparkan secara jelas dalam dokumen MEC sehingga dinilai dapat menjadi salah satu contoh praktik baik yang dapat dikembangkan oleh sekolah-sekolah lain.
Bapak Asmuddin juga tetap memberikan sejumlah masukan konstruktif untuk penyempurnaan dokumen kurikulum, khususnya pada Bab II bagian Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan. Beberapa informasi penting terkait karakteristik sekolah dinilai masih dapat dilengkapi agar dokumen MEC semakin komprehensif dan mampu menggambarkan kondisi, potensi, serta keunggulan satuan pendidikan secara lebih utuh.
Melalui kegiatan reviu KSP ini, SMP TQ Muadz Bin Jabal semakin meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan kurikulum yang berkualitas, relevan, dan berorientasi pada pembentukan generasi muslim yang unggul. Muadz Excellence Curriculum diharapkan tidak hanya menjadi dokumen kurikulum, tetapi benar-benar menjadi pedoman yang hidup dalam setiap proses pendidikan untuk mewujudkan murid yang berakhlak Islami, berprestasi, cakap digital, dan peduli lingkungan.
Komentar
0 komentar pada artikel iniBelum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan komentar pada artikel ini!