Logo

SMP TQ Muadz Bin Jabal Kendari

TERAKREDITASI A (UNGGUL)

Dari Hening ke Hela Napas Lega: Mengintip Perjuangan Siswa Taklukkan Ujian Matematika

05 May 2026 | 29 views

Share :
Dari Hening ke Hela Napas Lega: Mengintip Perjuangan Siswa Taklukkan Ujian Matematika

Kendari 5 Mei - Pagi ini, suasana di koridor SMPTQ Muadz Bin Jabal Kendari terasa sedikit berbeda. Keheningan yang tajam menyelimuti ruang-ruang kelas saat 97 siswa menatap layar gawai mereka masing-masing. Hari kedua Asesmen Akhir Berbasis Digital ini dimulai dengan mata pelajaran Matematika dan dilanjutkan Pendidikan Pancasila setelah waktu istirahat.

Ujian matematika pagi ini menjadi hidangan pembuka yang cukup memacu adrenalin.

Matematika, yang kerap dijuluki sebagai "momok" bagi sebagian besar siswa, menjadi sorotan utama hari ini. Bukan tanpa alasan, pelajaran ini sering kali dianggap sebagai beban berat karena deretan angka dan rumusnya. Namun, pelaksanaan asesmen berbasis digital tahun ini memberikan warna tersendiri dalam cara siswa berinteraksi dengan soal-soal tersebut.

Histeris di Ruang Ujian, Lega di Luar Gerbang

Dibalik keseriusan wajah-wajah yang menatap layar, tersimpan beragam cerita unik. Putri, salah satu siswa kelas IXD, membagikan pengalamannya usai bergelut dengan soal-soal matematika yang cukup menantang.

"Alhamdulillah, hari ini bisa dijawab semua meskipun jujur saya kurang yakin dengan hasilnya," ujar Putri sambil tertawa kecil saat ditemui usai keluar dari ruang ujian.

Putri menceritakan betapa dinamisnya suasana di dalam kelas tadi. Menurutnya, tingkat kesulitan soal sempat memicu reaksi beragam dari teman-temannya. "Tadi di kelas bahkan ada teman yang sampai ekspresinya histeris pas lihat soalnya sesulit itu. Tapi untungnya, tipe soalnya tidak jauh beda dengan soal TKA yang kami ikuti bulan lalu. Jadi, setidaknya kami punya bekal strategi untuk menjawabnya. Semoga hasilnya baik," tambahnya optimis.

Harapan di Balik Layar Digital

Penerapan asesmen berbasis digital ini bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan sebuah upaya besar sekolah untuk melihat sejauh mana kemampuan adaptasi dan kejujuran siswa.

Khusus untuk mata pelajaran Matematika, harapan besar disematkan kepada seluruh siswa. Matematika bukan hanya tentang benar atau salah dalam menghitung, melainkan tentang bagaimana siswa mengasah kemampuan berpikir logis, kritis, dan sistematis. Melalui format digital ini, diharapkan siswa tidak lagi melihat matematika sebagai beban manual yang membosankan, melainkan sebagai tantangan intelektual yang bisa ditaklukkan dengan literasi digital yang baik.

Pihak sekolah berharap, hasil dari asesmen ini dapat menjadi cerminan murni dari kompetensi siswa. Semoga dengan kemandirian dalam mengerjakan soal-soal di layar digital, siswa-siswi SMPTQ Muadz Bin Jabal tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh secara mental dalam menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan.

Ujian hari kedua telah usai, namun perjuangan masih berlanjut. Semangat!

Ditulis oleh: PRATIWI NUSI, S.Pd., MS.i

Komentar

0 komentar pada artikel ini
Tinggalkan Komentar
Komentar akan dimoderasi sebelum ditampilkan
Belum Ada Komentar

Jadilah yang pertama memberikan komentar pada artikel ini!


← Kembali ke Daftar Berita
GALERI FOTO
LINK TERKAIT